tugas Bahasa Indonesia

maraknya kasus bunuh diri dimal-mal Indonesia

Maraknya aksi bunuh diri seperti yang dilakukan di Jakarta baru-baru ini, menunjukkan bahwa tingkat stres (level of stress) sudah melewati ambang batas. Ini tidak hanya melanda Jakarta, tapi bisa juga terjadi di kota-kota besar lainnya di seluruh Indonesia.Hal ini sungguh menjadi fenomena memprihatinkan.  Dalam sepekan terakhir, tercatat setidaknya lima kasus bunuh diri, dan tiga di antaranya dilakukan dengan cara melompat dari lantai atas pusat perbelanjaan.

Hati kita menjadi miris ketika mendengar saudara, tetangga ataupun orang yang jauh dari kita mengakhiri hidupya secara tragis dengan membakar diri, terjun dari ketinggian apartemen, gantung diri, minum racun, dan lain-lainnya.

Bunuh diri adalah gejala sosial pada masyarakat modern. Pluralisme (keberagaman) dan pembagian kerja pada masyarakat modern ini mau tidak mau ternyata mengakibatkan melemahnya kesadaran kolektif. Individualisme muncul ke permukaaan karena kekangan dan paksaan masyarakat atas individu berkurang. Ketika individu tidak siap untuk tampil dengan individualisme maka bisa saja ia menjadi linglung, individu kehilangan pegangan (anomi atau normlessness). Ketika kehilangan pegangan, ia lantas terbongkar keasliannya. Meski demikian, ada banyak faktor dari bunuh diri yang acapkali diabaikan.

Depresi merupakan penyebab seseorang melakukan bunuh diri. Depresi yang menyebabkan seseorang bunuh diri tersebut menurut pandangan psikolog Mintarsih A latif ada 2 jenis, yakni depresi yang secara sadar atau depresi yang di luar kesadaran atau sakit jiwa.  Adapun penyebab depresi itu sendiri ada banyak sebab. Namun yang dominan karena dilatarbelakangi urusan cinta dan ekonomi. “Kalau di masyarakat Indonesia masalah cinta dan faktor ekonomi menjadi penyebab dominan seseorang depresi yang berujung pada upaya bunuh diri.

Tentang fenomena bunuh diri yang dilakukan beberapa masyarakat belakangan ini, Mintarsih punya penilaian sendiri. Menurutnya, upaya bunuh diri yang dilakukan belakangan ini umumnya disebabkan faktor ekonomi. Tapi Mintarsih menggarisbawahi faktor ekonomi yang dimaksud bukan lataran seseorang tidak bisa makan atau mengalami kesulitan ekonomi. Melainkan disebabkan kemerosotan ekonomi seseorang. Saat ini banyak orang yang tingkat ekonominya lumayan yang melakukan bunuh diri. Jadi penyebabnya buka ia tidak punya uang. Tapi lebih disebabkan kemampuan ekonominya merosot drastis sehingga menimbulkan stres dan depresi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: